Kamis, 16 Februari 2017

Manusia-Babi : Juru Selamat Kelangkaan Organ Transplantasi

Sumber Ilustrasi : openphoto.net
Proyek Chimera merupakan salah satu penelitian yang paling dibicarakan saat ini bukan hanya bagi praktisi medis maupun biologi, tetapi juga masyarakat luas. Bagaimana tidak, proyek ini berhasil menciptakan makhluk hibrida, gabungan antara manusia dan hewan di dalam laboratorium. Hasil ciptaan tersebut oleh para ilmuwan kreatornya diberi nama Chimera.

Adalah Salk Institute yang menjadi leader dalam tim internasional yang menggawangi proyek ini. Chimera sukses diciptakan dengan menginjeksi sel-sel manusia ke dalam janin babi yang kemudian dibiarkan matang bersama.

Meskipun organ manusia berkembang lebih lambat dibanding organ babi, namun keduanya memiliki tingkat kemiripan yang sangat tinggi.

Kepada National Geographic, Juan Carlos Ispzua, salah satu peneliti Salk Institute mengungkapkan bahwa konsep chimera tidak begitu rumit, tetapi  butuh waktu selama 4 tahun dan kerja sama lebih dari 40 orang ilmuwan supaya “adonan” percampuran sel-sel tersebut tepat dan bisa terus hidup.

Salah satu momen krusial dalam proyek penelitian ini adalah menentukan momen yang tepat untuk mulai mencampurkan sel-sel manusia ke janin babi. Jika waktunya tidak tepat, janin kemungkinan besar akan mati. Oleh karenanya penentuan waktu pencampuran sangatlah penting.

Jun Wu, kepala proyek penelitian ini mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakan tiga jenis sel manusia, di mana ketiganya merupakan perwakilan dari tiga tingkat perkembangan manusia.

Pada tingkat pertumbuhan yang tepat, anggota tim peneliti melakukan penanaman sel-sel manusia pada janin babi. Kemudian tim memasukkan janin-janin tersebut dalam rahim babi dewasa dalam jangka 3 sampai 4 minggu. Setelah itu janin diambil kembali, lalu dianalisis oleh tim.

Dengan perlakuan seperti itu, tim peneliti mampu menghasilkan 186 janin chimera dan diperkirakan tiap-tiap janin mengandung satu di antara seratus ribu sel manusia.

Dengan kemajuan yang ditunjukkan oleh proyek ini, ilmuwan yang tergabung di dalamnya berharap hasil-hasil tersebut akan memperbesar kesempatan untuk mengatasi persoalan sulitnya memperoleh donor organ manusia oleh pasien yang membutuhkan. Data menunjukkan bahwa di Amerika rata-rata 22 pasien meregang nyawa sewaktu menunggu donor organ untuk ditransplantasi. Di sisi lain, tiap 10 menit, ada pasien baru yang membutuhkan organ dan masuk daftar tunggu,

Walaupun mempunyai tujuan yang mulia untuk kepentingan kemanusiaan, namun pemangku kebijakan hingga saat ini masih melarang penggunaan dana publik untuk investasi pada jenis penelitian seperti ini. Oleh karenanya, perkembangan penelitian ini didanai sepenuhnya oleh pihak swasta agar chimera bisa terus berkembang dan berguna bagi kepentingan manusia. (FUH)