![]() |
| Sumber Ilustrasi : openphoto.net |
Proyek
Chimera merupakan salah satu penelitian yang paling dibicarakan saat ini bukan
hanya bagi praktisi medis maupun biologi, tetapi juga masyarakat luas. Bagaimana
tidak, proyek ini berhasil menciptakan makhluk hibrida, gabungan antara manusia
dan hewan di dalam laboratorium. Hasil ciptaan tersebut oleh para ilmuwan
kreatornya diberi nama Chimera.
Adalah
Salk Institute yang menjadi leader
dalam tim internasional yang menggawangi proyek ini. Chimera sukses diciptakan dengan menginjeksi sel-sel manusia ke
dalam janin babi yang kemudian dibiarkan matang bersama.
Meskipun
organ manusia berkembang lebih lambat dibanding organ babi, namun keduanya
memiliki tingkat kemiripan yang sangat tinggi.
Kepada
National Geographic, Juan Carlos Ispzua, salah satu peneliti Salk Institute
mengungkapkan bahwa konsep chimera
tidak begitu rumit, tetapi butuh waktu
selama 4 tahun dan kerja sama lebih dari 40 orang ilmuwan supaya “adonan”
percampuran sel-sel tersebut tepat dan bisa terus hidup.
Salah
satu momen krusial dalam proyek penelitian ini adalah menentukan momen yang
tepat untuk mulai mencampurkan sel-sel manusia ke janin babi. Jika waktunya
tidak tepat, janin kemungkinan besar akan mati. Oleh karenanya penentuan waktu
pencampuran sangatlah penting.
Jun
Wu, kepala proyek penelitian ini mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakan
tiga jenis sel manusia, di mana ketiganya merupakan perwakilan dari tiga
tingkat perkembangan manusia.
Pada
tingkat pertumbuhan yang tepat, anggota tim peneliti melakukan penanaman sel-sel
manusia pada janin babi. Kemudian tim memasukkan janin-janin tersebut dalam
rahim babi dewasa dalam jangka 3 sampai 4 minggu. Setelah itu janin diambil
kembali, lalu dianalisis oleh tim.
Dengan
perlakuan seperti itu, tim peneliti mampu menghasilkan 186 janin chimera dan diperkirakan tiap-tiap janin
mengandung satu di antara seratus ribu sel manusia.
Dengan
kemajuan yang ditunjukkan oleh proyek ini, ilmuwan yang tergabung di dalamnya
berharap hasil-hasil tersebut akan memperbesar kesempatan untuk mengatasi
persoalan sulitnya memperoleh donor organ manusia oleh pasien yang membutuhkan.
Data menunjukkan bahwa di Amerika rata-rata 22 pasien meregang nyawa sewaktu
menunggu donor organ untuk ditransplantasi. Di sisi lain, tiap 10 menit, ada
pasien baru yang membutuhkan organ dan masuk daftar tunggu,
Walaupun
mempunyai tujuan yang mulia untuk kepentingan kemanusiaan, namun pemangku kebijakan
hingga saat ini masih melarang penggunaan dana publik untuk investasi pada jenis
penelitian seperti ini. Oleh karenanya, perkembangan penelitian ini didanai
sepenuhnya oleh pihak swasta agar chimera
bisa terus berkembang dan berguna bagi kepentingan manusia. (FUH)

