Jejak-jejak molekuler yang tertinggal pada permukaan fisik smartphone mampu mengungkap sebagian besar informasi dan gaya hidup penggunanya. Sekelompok ilmuwan di San Diego, Amerika Srikat, telah berhasil membuat sketsa gaya hidup dari pengguna smartphone yang dijadikan sampel, seperti obat-an, lokasi yang dikinjungi, makanan kesukaan, informasi kesehatan, dan lain-lain.
Pieter Dorrestein, profesor ilmu farmasi di UC San Diego School of Medicine, yang juga merupakan penulis utama dalam penelitian tersebut menyampaikan bahwa jejak molekuler akan mengungkap jenis sabun, lotion, sampo, kosmetik, menu makanan, tipe minuman, obat-obatan, bahkan bahan pakaian yang digunakan.
Sumber gambar : www.pexels.com
Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, yang diterbitkan oleh para peneliti, mereka menggunakan teknik yang disebut spektrometri massa, yang mengukur karakteristik molekul dengan mengubahnya menjadi ion. Informasi dari molekul ini juga dapat mengungkap benda-benda lain, seperti jeruk, kafein, bumbu dan rempah-rempah. Beberapa jenis jejak berusia berbulan-bulan, sehingga membuat telepon genggam dapat menyediakan cukup informasi dari sketsa gaya hidup.
Informasi-informasi yang didapat tesebut, diperoleh terutama melalui sentuhan pengguna, dan juga kontak suatu permukaan di tempat pengguna meletakkan ponselnya. Dorrestein juga menambahkan bahwa informasi ini didapat dengan hanya memproses dua persen data yang ada. Melalui penelitian lebih lanjut, suatu saat jejak molekuler dapat dimanfaatkan dalam bidang forensik dan pengungkapan profil pelaku kriminal.
"Dengan pendekatan ini, kami dapat membuat profil gaya hidup seseorang untuk mempersempit pencarian (pelaku kriminal), kemudian bukti fisik lain seperti DNA atau sidik jari akan mengarahkan kita pada pelaku sebenarnya." ungkap Dorrestein.
Sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/11/jejak-molekuler-pada-smartphone-bisa-mengungkap-gaya-hidup-penggunanya
(ATK)

